Skip to main content

Posts

Hole in my heart

There's this hole, placed right in the middle of my chest. Sometimes the hole's getting bigger, sometimes it gets smaller. Most of the times, it's big enough to leave me numb. Never quite relieved from getting lost inside my mind. Most of the time, I felt weary and suffered tremendous pain, though can't really comprehend what and why. It's just that hole. It's like that hole gives me a default isolation, like I always feel lonely. No matter how I've tried, no matter where I am. I wonder was it always like this? Sure, nowadays I can feel happy. But like rollercoaster, my happiness fluctuations went crazy like hell and I can't really control it. I wish I can be really happy, like truly happy like a child. Like my naive self long long long before. I need to be happy. I want to be happy. Dear hole, please be kind. I want to be happy.

365 days after

After A year ago today I was planning a Eurotrip with my family. The trip went relatively well, despite my wallet got stollen inside the castle of my fave dream city : Bratislava. Amazingly enough, I got my wallet back, in Vienna, less than a day after the incident. God is sure Almighty! I lost all my money, but I got my cards back.  It's amazing how a year can change you, you got more experiences, meet new people, see new places. And yes my heart was torn into pieces two years ago, but along the way I found out that status is not as merely as important as your happiness. Looking back on how far I've come, what I've been through...sometimes I still cry, I still asking why, but none of it might change a thing. Incredible how some people can manipulate others just to have a disgusting fake life. Other people's feelings are not yours to toy with. I am so relieved I don't have any strings attached to that monster or its wretched family (yes, i will hereby ...

Lottery of Birth : ternyata negara ini masih jauh dari maju

Hmm. Udah lama ga nulis blog. Boleh lah dimulai lagi, kali ini pakai bahasa ibu saja. Lottery of birth  apa sih itu? Pertama kali denger isu ini kira-kira setahun atau dua tahun lalu. Lupa pencetusnya siapa (maafkan memori saya yang sekarang sering samar ini) tapi pernah dibahas di suatu kuliah online yang saya ikuti. Jadi, lottery of birth itu adalah semacam "takdir", dimana seseorang itu tidak bisa memilih di keluarga macam apa dia dilahirkan, karena ternyata status sosial, kesempatan untuk bangkit dan maju, serta untuk beranjak dari kemiskinan semua berpangkal pada titik  start up kita, meski tidak melulu menentukan (ada saja kisah sukses dari seseorang dengan latar belakang keluarga yang sangat miskin namun akhirnya berhasil maju), tapi secara statistik hal ini sangat susah. Bila kita terlahir di keluarga miskin, dan hidup di lingkungan miskin, untuk menjadi ikut miskin adalah sebuah keniscayaan. Isu lottery of birth ini marak dibahas di negara maju seperti Inggris ...

The age of drooling babies and smarty-pants folks

Gosh. I'd like to feel just once an ordained duty to be a protector of a petite version of me. While fact is most of the blabbers condemned me eternally just for pointing out that they in fact have bad upbringings--both socially, and mentally--though I'd still care enough to show unnecessary gratitude to respond to them at all. Although most of my own social experiences ended up in some kind of awkward dispositions--marked by the other party often got offended over almost hilly-billy acts and less-unlikely-favorable-to-them remarks and remove any kind of attachment with me thusly, I have no remorse whatsoever for any past events regarding this matter. Once, one of them came raided my writings here in my blog and got her pants on fire (although I care less whether she's a liar ot not, since I sensed false life braggings from any of her postings on the social media). F.y.i, nobody really care enough to read my blogs, so thanks for putting the rainbow in my sky for me. S...

Renungan kala hujan

Saya suka hujan. Aroma hujan yang segar terasa merasuk ke dalam jiwa. Dan di antara rehat saya di awal tahun ini, di dalam kamar yang temaram dan di dalam kesendirian, dapat saya hirup aroma hujan dari jendela yang terbuka. Ah. Penghawaan alami masih menang, apalagi di awal tahun di bagian selatan Jakarta Selatan ini.  Setahun yang lalu, awal tahun di kota yang berbeda, dengan suasana yang berbeda. Tapi saya tetap suka mematikan lampu dan membuka jendela, membiarkan suasana hujan masuk ke dalam ruangan jiwa. Teringat kota itu meski penuh jiwa-jiwa dan impian, namun tetap bukanlah 'rumah' yang saya cari. Selamanya kota ini serta hujannya akan jadi persinggahan sementara yang nyaman dan berkesan mendalam. Dua tahun yang lalu, awal tahun di kota yang berbeda, dengan orang-orang yang berbeda, di negara yang berbeda. Merasakan hujan yang berbeda: salju. Tetap saja, apapun itu saya suka hujan. Meski menyakitkan, namun saya suka hujan. Dan hujan adalah negri itu, negri itu adalah huja...

Mama Drama (yang tercinta)

Selain MLM dan rokok, ada satu hal lagi yang saya bener-bener ga tahan: Mama Drama.  ------- (Warning: postingan ini bikin emak-emak hardchore kejang-kejang. Use it wisely. 😂  Move along at your own risk. ) ------- Semua ibu-ibu baru ini (seumuran sama saya) kelakuannya sangat tipikal di media sosial macam facebook dan path. Terlalu banyak membagi informasi mengenai anak-anaknya dan sangat sangat sangat emosional jika diingatkan ( mama bear will bite you to death! ). Saya sampai pada satu titik dimana saya sangat yakin bahwa mungkin dulu saya tidak benar-benar berteman dengan mereka, karena jelas sekali saya di luar lingkaran mereka (dari segi bahasa, kehidupan, dan persepsi) (Semua ilustrasi saya hapus karena yang punya drama emosi..) Panggilan tipikal: si anu mamanya anu Yang bikin saya paling sadar kalo saya bukan temannya lagi itu adalah saat saya lihat statusnya dan komen-komen di statusnya, semua orang adalah mama/papa/ayah/bunda/kakek/nenek dari nama si...

Katak dalam tempurung

Saat kau merasa hebat, lihatlah bahwa di atas langit masih ada langit. bahkan mungkin langit yang kau anggap sudah kau raih itu mungkin hanya bagian bawah tempurung kelapa dan kau adalah sang katak yang dengan pongahnya bangga sebagai penguasa dunianya yang sempit itu. Apakah kebanggaan itu? Apakah itu almamater yang hebat? Teman-teman yang banyak? Pekerjaan yang keren? Istri/suami cantik dan ganteng? Anak-anak kah? Otak yang kelewat jenius kah? Pikir lagi! Apa yang kau punya itu pastinya bukan apa-apa, karena akan selalu ada yang lebih dari kamu. Dan bisa jadi saat kau berkaca yang kau lihat hanyalah seekor katak yang pongah, yang sibuk dengan dunianya sendiri. Semua akan terasa saat kau di bawah, saat-saat kau tidak dianggap dan tidak dihargai. Saat-saat kau merasa terbuang. Dan bisa saja katak-katak pongah yang sedang berkuasa saat ini akan menginjakmu (ini adalah bukti bahwa duniamu jauh lebih sempit dari katak-katak itu, tempurungmu mungkin ada di dalam tempurungnya.) Segal...