Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Indonesia

Lottery of Birth : ternyata negara ini masih jauh dari maju

Hmm. Udah lama ga nulis blog. Boleh lah dimulai lagi, kali ini pakai bahasa ibu saja. Lottery of birth  apa sih itu? Pertama kali denger isu ini kira-kira setahun atau dua tahun lalu. Lupa pencetusnya siapa (maafkan memori saya yang sekarang sering samar ini) tapi pernah dibahas di suatu kuliah online yang saya ikuti. Jadi, lottery of birth itu adalah semacam "takdir", dimana seseorang itu tidak bisa memilih di keluarga macam apa dia dilahirkan, karena ternyata status sosial, kesempatan untuk bangkit dan maju, serta untuk beranjak dari kemiskinan semua berpangkal pada titik  start up kita, meski tidak melulu menentukan (ada saja kisah sukses dari seseorang dengan latar belakang keluarga yang sangat miskin namun akhirnya berhasil maju), tapi secara statistik hal ini sangat susah. Bila kita terlahir di keluarga miskin, dan hidup di lingkungan miskin, untuk menjadi ikut miskin adalah sebuah keniscayaan. Isu lottery of birth ini marak dibahas di negara maju seperti Inggris ...

Kontroversi subsidi BBM di Indonesia

                                                                                                                              http://birokrasi.kompasiana.com/2011/12/01/kampanye-adu-domba-subsidi-bbm/ Harga minyak dunia yang terus melambung dan pemerintah tetap "dipaksa" untuk mempertahankan subsidi? Sama aja bunuh diri! Sejarah membuktikan bahwa sesungguhnya subsidi BBM tidak memiliki andil langsung terhadap pertumbuhan ekonomi suatu negara. Dikatakan bahwa Turki, negara dengan harga BBM termahal di dunia, memiliki tingkat pertumbuhan ekonomi yang cukup stabil, meskipun tanpa subsidi BBM.  Perhatikan tabel di bawah ini: (Koplow, Kretzman 2010) S...

Negaramu bukan sampah! (Semua butuh proses)

                                                                                                                                                              http://www.squidoo.com/History-of-Plumbing Merasa familiar dengan gambar seperti ini? Dimanakah ini? Jakarta? Bukan! Ini London , pada jaman revolusi Industri. London dan Inggris atau negara-negara maju lainnya tidak serta-merta jadi rapi dan kaya seperti sekarang ini. Mereka butuh waktu, butuh proses, butuh merusak alam (dan bahkan butuh menjajah negara lain) untuk bisa sampai pada posisi mereka sekarang. Poverty and squalor - Blue G...

Orang Indonesia dan salju

Setelah berharap dan berharap akankah salju turun musim dingin ini di Leeds, akhirnya impian jadi kenyataan. Hari itu, Sabtu, 4 Februari 2012 salju turun dengan lebatnya di Leeds , ibukota daerah West Yorkshire , Inggris. Namun sebenarnya hari itu kami tidak begitu yakin akan menemukan salju di Leeds, sehingga kami memutuskan untuk pergi berburu salju ke Peak District , tepatnya ke desa Castleton di South Yorkshire . Dari Leeds kami naek kereta api sekitar 1 jam-an menuju ke Sheffield, ibukota dari South Yorkshire. Sepanjang perjalanan, sempat terpikir apakah perjalanan kami akan sia-sia apabila salju tak jua kami temukan di Castleton, namun niat kami luruskan dan kami pun sampai di Sheffield. Jadwal bis ke Castleton masih 45 menit lagi, sehingga kami sempatkan membeli makan siang di Sainsburry , sejenis local store atau toserba yang menjual berbagai macam barang keperluan harian. Kami pun kembali ke terminal bis dan menunggu bis ke Castleton. Dalam perjalanan, seorang teman di ...

Krl ekonomi, Parahyangan dan potret transportasi di Indonesia

(image source: wiki) Penuh sampai ke atap-atap... Mungkin ini potret keseharian saya saat pulang sekolah, kira-kira 10-12 tahun yang lalu saat masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA). Sekolah saya terletak kira-kira beberapa puluh kilometer dari rumah saya, dan harus melewati kemacetan ibukota yang luar biasa. Pagi hari, saya masih beruntung bisa diantar oleh orangtua, meski harus mengalokasikan waktu yang lumayan banyak hanya untuk berangkat sekolah dan untuk mereka berangkat ke kantor. Sekolah mulai jam 8 pagi, dan saya harus mulai siap-siap di rumah jam 5 pagi. Kami biasa berangkat jam 6 pagi, dan akan menghabiskan waktu kira-kira hampir dua jam menuju sekolah. Sangat kontras dengan di negara yang saya tinggali sekarang ini, Inggris. Menurut standar waktu perjalananan lokal, maksimal waktu untuk commute tiap hari adalah kira-kira dua puluh menit! Bandingkan dengan waktu berjam-jam yang terbuang sia-sia oleh penduduk Jakarta untuk bolak-balik tiap harinya! Saat pulang se...